Pelaku PEMBUNUHAN
Sabtu, 17 Desember 2011
Jumat, 25 November 2011
Pelaku KDRT kabur.

Foto pelaku KDRT yang mengakibatkan korban tewas. Kejadian tgl 4 0kt 2011. Di Kendalpayak dusun Watudakon kec.Pakisaji kab.Malang. Pelaku atas nama JOKO MARDIANTO asl Lamongan desa Pucuk dusun Karangtinggil. Pelaku Sampai saat ini kabur. Kami mohon kepada pihak yang berwenang untuk menangkap pelaku. Dan bagi yang mengetahui keberadaanya harap menghubungi polsek setempat. Trima kasih atas kerja samanya. Saya kakak dr korban "HUMAM BAIDOWI". (COPAS BERITAJATIM.COM) www.beritajatim.com/detailnews.php/8/Peristiwa/2011-10-04/113718/Tolak_Cerai,_Suami_Bunuh_Istri_Pakai_Air_Keras Selasa, 04 Oktober 2011 18:25:39 WIB Reporter : Brama Yoga Kiswara Malang (beritajatim.com) - Nasib tragis menimpa Ari Indiarti (26). Ibu rumah tangga warga Dusun Watudakon, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2011) tewas sebelum tiba di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Kota Malang usai disiram air keras suaminya sendiri, Djoko Mardianto (30). Hingga berita ini diturunkan, Djoko masih dalam buruan Polisi. Djoko kabur setelah menyiramkan air keras kewajah Ari Indiarti. Saat kejadian, Ari baru saja mengantarkan putri semata wayangnya sekolah. Djoko yang sudah membuntuti korban, ternyata juga sudah menyiapkan jurigen berisi air keras. "Pelaku kabur. Saat ini kami masih dalam pengejaran," ungkap Kepala Polisi Sektor Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri, Selasa (4/10/2011). Dari data yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, korban tewas dalam perjalanan menuju RSSA. Penyiraman air keras oleh Djoko terjadi saat korban, baru saja mengantarkan Febri putrinya sekolah. Korban sempat berhenti untuk melihat Febri senam. Naas, sepulangnya dari sekolah itulah, Djoko yang sudah menyiapkan air keras dalam jurigen, akhirnya mengguyurkan bahan kimia berbahaya saat korban sudah berada didalam rumah. "Kami melihat pasangan suami istri itu sering bertengkar. Karena masalah keluarga, saya tidak berani melerai," kata Takrip, salah seorang Penjaga Keamanan TK Mutiara Iman tempat anak kandung korban bersekolah. Mengetahui istrinya berteriak minta tolong usai disiram air keras, Djoko langsung kabur. Warga yang mendengar teriakan itu lantas berhamburan dan memberikan pertolongan. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit terdekat, Ben Mari, Pakisaji. Lantaran luka Ari cukup serius, korban akhirnya dirujuk ke RSSA. Korban akhirnya tewas dalam perjalanan. Dari hasil medis dan otopsi jasad korban, cairan kimia itu diduga sudah ada yang tertelan dalam perut korban. "Kami tidak terima. Polisi harus menangkap pembunuh anak saya," terang Riadi (45), ayah korban yang tinggal tak jauh dari anak dan menantunya. Diceritakan Riadi, Djoko kerap berbuat kasar pada anaknya. Bahkan, Djoko sempat dilaporkan ke Polisi akibat berbuat kasar terhadap Ari 7 bulan yang lalu. "Anak saya kerap disiksa. Kami sempat melaporkan dia ke polisi. Tapi, kasusnya akhirnya bisa didamaikan. Keluarga Ari akhirnya setuju. Mengingat, Djoko berjanji akan memperbaiki sifat kasarnya pada Ari. Namun, janji tinggalah janji. Ari akhirnya tewas disiram air keras. Diduga, Djoko marah besar karena Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang, berniat mengabulkan gugatan perceraian antara Ari dan Djoko. Yang mana, pasangan suami istri ini tidak harmonis lagi sejak satu tahun lalu. "Mungkin suaminya tidak terima karena kasus perceraian anak saya akan diputus pengadilan. Kami meminta Djoko dihukum seberat-beratnya," ucap Riadi dengan mata sembab. [yog/kun]
Langganan:
Komentar (Atom)